Di Palembang, terdapat tempat les MIPA, Calistung, Bahasa Arab, Inggris, dan lain-lain yang dikenal dengan nama Star Learning Center (SLC). Les ini menjadi tempat favorit bagi anak-anak untuk belajar dan mengembangkan potensi mereka. Salah satu murid di sana adalah M. Hanin, seorang pelajar berusia 8 tahun.
Hanin setiap kali memasuki ruang kelas di SLC, wajahnya bersinar dengan antusiasme. Suatu hari, Hanin mengikuti les bahasa Inggris yang diajarkan oleh dua guru yang akrab dipanggil dengan Mem. Eka dan Sir Adi. Keduanya memiliki cara mengajar yang unik dan menyenangkan, sehingga membuat para murid tidak merasa bosan.
Setelah menyapa teman-temannya, Hanin duduk di bangku di dalam kelas yang nyaman. Mem. Eka, seorang guru yang ramah dan penuh energi, berdiri di depan kelas dengan papan tulis yang bersih. "Selamat sore, anak-anak! Hari ini kita akan belajar tentang benda-benda di dalam kelas kita," katanya dengan senyuman lebar.
Hanin mengangkat tangannya dengan semangat. Mem. Eka menunjuk Hanin untuk menyebutkan benda-benda yang terdapat di dalam kelas.
"Dekat meja guru, that is a whiteboard!" jawab Hanin dengan percaya diri. Mem. Eka mengangguk puas. "Bagus sekali! Papan tulis dalam bahasa Inggris disebut 'whiteboard'. Sebutkan juga benda yang lain."
What else Hanin, tegas Mem. Eka? Dia menyebutkan benda-benda seperti wall, glasses, table, chairs dan lain-lain dalam bahasa Inggris. Dengan setiap jawaban yang benar, Mem. Eka mengapresiasinya. Hanin merasa bangga bisa berkontribusi dalam pelajaran hari itu.
Di hari lain, Hanin juga belajar dengan guru bahasa Inggris yang lain, yaitu dengan Sir Adi. Sir Adi adalah guru yang selalu berusaha membuat pelajarannya menarik. "Sekarang, kita akan berbicara tentang diri kita sendiri," ujarnya. "Hanin, how about you? I'm fine, jawab Hanin. Are you fasting today?"
Hanin mengangguk. "Yes, Sir! Of course i'm fasting, from morning to evening," jawabnya. "Kadang saya merasa lapar, tapi saya senang bisa berpuasa."
"Bagus sekali, Hanin!" Sir Adi tersenyum. He asked another question, "Are you feel thirsty as well Hanin? yes of course Sir, Hanin Said." Saat saya merasa haus,saya sangat ingin minum air. Tapi saya sabar menunggu sampai waktu berbuka."
Sir Adi mengangguk, mengapresiasi jawaban Hanin. "Itu adalah sikap yang baik, Hanin. Kesabaran adalah hal yang penting."
Pelajaran hari itu sangat menyenangkan. Mem. Eka dan Sir Adi mengajak anak-anak untuk menghafal sekaligus memahami vocabulary yang diajarkan. Hanin sangat menikmati dan merasa senang belajar seperti ini.
Setelah beberapa jam belajar, kelas pun berakhir. Hanin keluar dari Star Learning Center dengan senyuman lebar di wajahnya. Dia merasa bangga dengan apa yang telah dipelajarinya hari itu dan tidak sabar untuk berbagi cerita dengan orang tuanya.
Di perjalanan pulang, Hanin merenungkan semua hal yang telah dia pelajari. Dia menyadari bahwa belajar bahasa Inggris dapat berbagi pengalaman dan memahami diri sendiri. Dengan semangat yang menggebu, Hanin bertekad untuk terus belajar dan menjadi lebih baik.
Sesampainya di rumah, Hanin segera menceritakan kepada ayahnya tentang pelajaran hari itu. "Yah, saya belajar tentang benda-benda di kelas dan juga tentang seputar puasa!" serunya dengan antusias. Ayahnya tersenyum bangga mendengar semangat belajar putranya.
Hanin tahu bahwa setiap belajar di SLC adalah kesempatan untuk belajar sesuatu yang baru. Dengan dukungan dari Mem. Eka, Sir Adi, dan guru-guru yang lain ia yakin bisa mencapai impian-impian besarnya. Dengan hati yang penuh harapan dan semangat, Hanin senang menjelajahi dunia bahasa Inggris yang penuh warna.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar