Di tengah hamparan hijau yang memukau, terletak sebuah desa Nendagung di Pagaralam, Sumatera Selatan. Desa ini, menyimpan sejuta pesona alam yang memikat hati setiap orang yang mengunjunginya. Di sinilah, Tim Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam (FUSHPI) UIN Raden Fatah Palembang tanggal 2 hingga 5 Desember 2024 memulai sebuah misi mulia: pembinaan sosial keagamaan bagi masyarakat pedesaan.
Misi ini dimulai dengan persiapan yang matang. Tim yang terdiri dari dosen dan tendik menginap dan berkumpul di Penginapan Romo, membahas rencana kegiatan yang akan berlangsung selama beberapa hari ke depan. Mereka bertekad untuk membawa perubahan positif melalui pembinaan sosial keagamaan kepada masyarakat sekaligus memperkenalkan Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam kepada masyarakat Pagaralam.
"Pembinaan sosial keagamaan ini penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang nilai-nilai agama dan sosial," kata Dr. Rahmat, selaku anggota tim. "Kami ingin mengajak masyarakat untuk lebih menjiwai dalam memahami substansi-substansi dalam ajaran Islam."
Setibanya di desa tersebut, tim disambut hangat oleh masyarakat. Para Tim melaksanakan berbagai kegiatan, seperti pengajian, diskusi, dan sosialisasi atau mengenalkan FUSHPI kepada masyarakat di mana para tim ditugaskan di tempat mereka masing-masing. Dalam setiap sesi, tim mengajak masyarakat untuk berdiskusi tentang pentingnya nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.
Salah satu kegiatan yang paling menarik adalah pembinaan sosial keagamaan yang dihadiri oleh semua lapisan masyarakat. Suasana penuh khidmat, di mana para jamaah mendengarkan dengan seksama penjelasan berbagai aspek dalam ajaran Islam, misalnya tentang aqidah, akhlak, tafsir al-Qur'an, Hadits, Studi Agama-Agama, Filsafat Islam, Tasawuf dan Psikoterapi dan lain sebagainya. Tim FUSHPI memberikan materi untuk membantu masyarakat memahami ajaran Islam dengan lebih baik.
Selain kegiatan pembinaan, tim juga melakukan sosialisasi tentang FUSHPI. Mereka menjelaskan berbagai program studi yang ditawarkan, Prodi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, llmu Hadits, Studi Agama-Agama, Aqidah dan Filsafat Islam, Tasawuf dan Psikoterapi dan terakhir Program Magister Ilmu al-qur'an dan Tafsir. Selain itu, mereka juga menjelaskan peluang beasiswa yang bisa didapatkan oleh calon mahasiswa di desa tersebut jika melanjutkan pendidikan di FUSHPI.
"Kami ingin anak-anak muda di sini tahu bahwa pendidikan tinggi itu penting dan bisa membantu mereka mencapai cita-cita," ungkap pak Hedhri Nadhiran, M.Ag, salah satu anggota tim . "Dengan pendidikan yang baik, mereka bisa berkontribusi lebih besar untuk masyarakat, khususnya di Pagaralam."
Setelah beberapa hari kegiatan, harapan tim mulai terlihat. Masyarakat menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam mengikuti setiap kegiatan.
"Kami berharap dengan pembinaan ini, masyarakat bisa lebih memahami agama dan meningkatkan kualitas hidup mereka," ungkap salah satu masyarakat setempat. "Selain itu, kami juga berharap hubungan antara fakultas dan masyarakat dapat terjalin dengan baik."
Di sela-sela kegiatan pembinaan, rombongan memutuskan untuk melakukan perjalanan ke Gunung Dempo. Perjalanan ini bukan hanya untuk bersantai, tetapi juga untuk menikmati keindahan ciptaan Allah yang luar biasa. Dengan semangat, mereka memulai pendakian menggunakan mobil, suasana gunung dikelilingi oleh pepohonan hijau dan kebun teh yang menghijau.
Setiap langkah terasa menyegarkan, udara pegunungan yang sejuk dan aroma tanah basah menambah semangat. "Lihatlah betapa indahnya ciptaan Allah," ujar pak Dr. Nugroho, salah satu rombongan sambil mengamati pemandangan sekitar dan mengabadikan fotonya. "Gunung ini mengingatkan kita akan kebesaran Allah Swt."
Selama pendakian, tim berhenti sejenak untuk menikmati pemandangan. Dari ketinggian, mereka bisa melihat hamparan kebun teh yang terhampar luas, seperti karpet hijau yang tak berujung dan indahnya pemandangan atau suasana kota Pagaralam dari atas. Disertai angin sepoi-sepoi menambah suasana tenang.
"Ini adalah momen yang tak terlupakan," kata Mika dan Amel sambil mengabadikan momen dengan kamera. "Kita harus lebih menghargai alam dan menjaga kelestariannya."
Setelah beberapa jam mendaki, rombongan akhirnya mencapai tulisan PAGAR ALAM Gunung Dempo. Dari sana, mereka bisa melihat panorama dan awan yang menakjubkan. Pemandangan alam yang hijau sejauh mata memandang membuat semua kelelahan terbayar lunas.
Di puncak, mereka berkumpul untuk merenungkan perjalanan yang telah mereka lalui. "Kita diingatkan bahwa kehidupan ini adalah perjalanan yang harus kita jalani dengan penuh makna," kata kak Saprudin. "Seperti pendakian ini, kita harus bersyukur atas setiap langkah yang diberikan Allah, tambah kuyung Abdurrahman."
Setelah kegiatan pembinaan dan pendakian selesai, tim FUSHPI kembali ke Palembang dengan hati yang penuh harapan. Mereka berharap pembinaan sosial keagamaan yang telah dilakukan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat Pagaralam.
"Semoga masyarakat bisa mengimplementasikan nilai-nilai yang telah kita bagikan, dan semoga hubungan kita dengan mereka terus terjalin," ungkap Ketua Panitia, H. John Supriyanto, MA dengan penuh harapan. "Kita semua adalah bagian dari satu keluarga besar, dan bersama-sama kita bisa membangun masyarakat yang lebih baik."
Dengan semangat yang membara, tim Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, UIN Raden Fatah Palembang siap untuk melanjutkan misi mereka, membawa cahaya pengetahuan dan kebaikan ke setiap sudut masyarakat.
Best Wishes for all.......
Transformation of Rural Communities: Social and Religious Development by the FUSHPI Team in Pagaralam
Amid the stunning green landscapes lies the village of Nendagung in Pagaralam, South Sumatra. This village boasts captivating natural beauty that enchants anyone who visits. It was here, from December 2 to 5, 2024, that the Faculty of Ushuluddin and Islamic Thought (FUSHPI) team from UIN Raden Fatah Palembang embarked on a noble mission: fostering social and religious development in the rural community.
This mission began with thorough preparation. The team, consisting of lecturers and staff, gathered and stayed at Romo Villa, where they discussed the agenda for the upcoming days. They were determined to bring positive change through social and religious education while introducing the Faculty of Ushuluddin and Islamic Thought to the people of Pagaralam.
“Social and religious development is essential to enhance the community’s understanding of religious and social values,” said Dr. Rahmat, a team member. “We want to inspire the community to deeply appreciate the essence of Islamic teachings.”
Upon arriving in the village, the team received a warm welcome from the locals. They conducted various activities such as Quranic study sessions, discussions, and outreach to introduce FUSHPI. Each session engaged the community in discussions about the importance of religious values in everyday life.
One of the most engaging activities was the community-wide religious development session. The atmosphere was solemn as attendees attentively listened to explanations on various aspects of Islamic teachings, such as aqidah (creed), ethics, Quranic exegesis, Hadith studies, study of religions, Islamic philosophy, Sufism, and psychotherapy, and others. FUSHPI team delivered materials designed to help the community gain a deeper understanding of Islam.
In addition to these sessions, the team also promoted FUSHPI, explaining the academic programs offered, such as Quranic Studies, Hadith Studies, Study of Religions, Islamic Theology and Philosophy, Sufism and Psychotherapy, and a Master’s Program in Quranic Studies. They also shared information about scholarship opportunities available for prospective students from the village who wished to pursue higher education at FUSHPI.
“We want the youth here to realize that higher education is important and can help them achieve their dreams,” said Mr. Hedhri Nadhiran, M.Ag., one of the team members. “With quality education, they can contribute more significantly to society, especially in Pagaralam.”
Over the course of several days, the team began to see their efforts bear fruit. The community displayed great enthusiasm in participating in the activities.
“We hope that through this initiative, the community can better understand their religion and improve their quality of life,” said a local resident. “We also hope that a strong relationship between the faculty and the community can be established.”
Amid their activities, the group decided to visit Mount Dempo. This trip was not merely for relaxation but also an opportunity to marvel at the extraordinary beauty of Allah’s creation. With great enthusiasm, they set off on a journey up the mountain, surrounded by lush green trees and expansive tea plantations.
Each step felt invigorating as the cool mountain air and the earthy scent lifted their spirits. “Look at how beautiful Allah’s creation is,” said Dr. Nugroho, one of the group members, as he admired the scenery and captured it in photos. “This mountain reminds us of Allah’s greatness.”
During their hike, the team paused to enjoy the view. From the highlands, they could see sprawling tea plantations like endless green carpets and the serene sight of Pagaralam City below. The gentle breeze added to the peaceful atmosphere.
“This is an unforgettable moment,” said Mika and Amel, snapping photos to capture the experience. “We must appreciate nature more and strive to protect it.”
After hours of hiking, the group finally reached the iconic “PAGAR ALAM” sign on Mount Dempo. From there, they could witness stunning panoramas and mesmerizing clouds. The green landscapes stretching as far as the eye could see made all their exhaustion worthwhile.
At the summit, they gathered to reflect on their journey. “This reminds us that life is a journey we must live with purpose,” said Mr. Saprudin. “Like this climb, we should be grateful for every step Allah grants us,” added Mr. Abdurrahman.
With their mission of religious development and their hike complete, the FUSHPI team returned to Palembang with hearts full of hope. They wished that the social and religious education they had provided would leave a lasting positive impact on the people of Pagaralam.
“May the community implement the values we have shared, and may our bond with them continue to grow,” said the committee chair, H. John Supriyanto, M.A., with hope. “We are all part of one big family, and together, we can build a better society.”
With renewed enthusiasm, the Faculty of Ushuluddin and Islamic Thought team from UIN Raden Fatah Palembang remains committed to continuing their mission, spreading the light of knowledge and goodness to every corner of society.








Tidak ada komentar:
Posting Komentar